💿 Revolusi AI: Bagaimana Mereka Akan Mengubah Dunia Selamanya

Kecerdasan buatan yang menandingi manusia bukan lagi teknologi ‘masa depan’. Diam-diam, mereka sudah hadir dan akan ‘muncul’ dimana-mana. Sudah siapkah kalian?

Oke. Sejak tahun 2021 kemarin, kita mulai ngeliat terobosan gila di industri AI (tiba-tiba) muncul ke publik. Mana ada sih orang jaman dulu kebayang ada AI yang bisa gambar sebagus ini:

With Stable Diffusion, you may never believe what you see online again |  Ars Technica
Tinggal masukin keyword-nya aja, AI akan bikinin kalian ratusan gambar sesuai bayangan kalian, dalam hitungan detik. Kualitasnya pun ngga main-main! 😮

Setahun kemudian, ada orang yang berhasil bikin heboh industri seni seluruh dunia .😆 Kenapa? Karena dia menang kompetisi seni — tapi ngga gambar sendiri — melainkan pake karya yang digambar AI. 🤣 Dan jujur, emang karyanya itu indah banget. Mana ada yang bisa nebak kalo gambar di bawah ini tuh buatan AI?!

Human creators stand to benefit as AI rewrites the rules of ...
Jason Allen menghebohkan seisi dunia ketika orang tahu ternyata dia pake AI buat bikin karya bernama ‘Théâtre D’opéra Spatial’ yang menang di kompetisi seni Colorado State Fair. Dia berhasil ngalahin 20 seniman lain secara telak.

Berapa bulan kemudian, tiba-tiba dunia heboh lagi dengan munculnya ‘chatbot’ 💬 yang pinter banget. AI di chatbot ini bisa bikin:

…daaan dia bisa ngerti dan bisa ngomong banyak bahasa, termasuk Indonesia. Gila banget 🤯.

Chatbot jenius ini bernama… ChatGPT.

ChatGPT: The Most Advanced AI Chatbot in 2022​
Bahkan ChatGPT bisa diajak ‘role play’ jadi orang jahat, orang terkenal, dll. Tingkat kepintaran ini bener-bener bikin kepala pecah bagi banyak netizen dunia.

Dunia macam apa yang kita tinggali saat iniiii!? Terlalu gilaaa 😨

Lahirnya para AI ini bikin dunia serasa lagi di ambang revolusi ala Copernicus. Dimana dulu, kita percaya kita tuh ‘istimewa’. Tapi pada akhirnya kita belajar kita ngga begitu istimewa karena ternyata bumi kita lah yang mengitari matahari, bukan sebaliknya 🌏. Sama aja kayak planet lainnya.

Revolusi AI ini pun bisa bawa sudut pandang yang sama kayak revolusi ala Copernicus tersebut. Karena mungkin sebentar lagi, kita ngga akan lagi ‘istimewa’ jadi satu-satunya ‘makhluk kreatif dan pintar’ di muka bumi… 😲

Dan yang ngerinya adalah, revolusi AI ini bisa jadi sangat menggemparkan dengan alasan-alasan ini:

  • Banyak orang masih belum tahu (kecuali kalian yang anak tech banget) dan nganggep masih jauh
  • Teknologi AI ini bisa nyentuh hampir semua bidang/industri
  • Perkembangannya pesat — ‘kepintaran’-nya naik 10 kali lipat tiap tahunnya

Oke, tarik napas. Mari kita bedah pertanyaan-pertanyaan pentingnya.

Jadi, akan seperti apa revolusi AI ini? Dan udah secanggih apa AI yang kita punya sekarang? Tanpa berlama-lama lagi. Mari kita bahas! 😎

Perkembangan AI sejauh ini

Ayo kita mulai dengan satu cerita. Jadi, ada seorang aktor Hollywood bernama Val Kilmer, yang suatu hari dia kena kanker tenggorokan 🥀 dan jadi ngga bisa ngomong lagi. Tapi tiba-tiba dia malah berperan di film sekuel Top Gun dan… Dia bisa ngomong dong di filmnya!

Yup, bisa ditebak ini kerjaan siapa. Suaranya dia ternyata bikinan AI. Dan kayaknya ngga ada satu pun penonton nyadar deh, kalo ngga dikasih tahu. 😮

Nah, ini lah dia gambaran revolusi AI yang akan datang. Mereka akan diam-diam mendominasi hidup kita di belakang layar. Tanpa kita sadarin.

Makanya, di sini kita akan bedah teknologi-teknologi AI yang udah ada sejauh ini, biar kita makin sadar dan ngga dikibulin. 😁

Biar gampang dicerna dan otak kalian ngga gosong, kita akan ngebedah teknologi-teknologi AI ini berdasarkan format dan kegunaannya ya. Mari kita bagi jadi gini:

  • 📝 Teks (bikin artikel, chat, puisi, dll)
  • 🖼️ Gambar (bikin lukisan, foto, obyek 3D, dll)
  • 🎧 Suara (bikin lagu, efek suara, dll)
  • 📽️ Video (bikin footage, animasi, mempermudah editing, dll)
  • 🧑‍💻 Kode pemrograman
  • 👸 Avatar (bikin simulasi karakter virtual yang cerdas)
  • 👓 AR/VR (AI yang dikawinkan sama teknologi AR/VR)
  • 🚗 Hardware (AI yang dikawinkan sama hardware)
  • 🔬 R&D (AI yang dipake buat riset)
  • 💿 Lain-lain

Udah siap? Yuk langsung bedah:

📝 Teks. Oke, selain ChatGPT di atas yang udah jeniuuuus banget, kita udah punya AI yang bisa jadi editor, yang bisa menilai tulisan kita. Terus ada AI yang bisa ngubah buku — jadi ‘film’ — dimana tiap kalimatnya dikasih ilustrasi dan dibacain. Ada juga AI yang bisa menyederhanakan karya ilmiah panjang, jadi bahasa manusia. Dan AI yang bisa bikin CV buat kalian ngelamar kerja. 😁

🖼️ Gambar. Selain ada AI jagoan yang bisa gambar bagus banget dalam hitungan detik (Dall-E2, Midjourney, Stable Difussion), mulai muncul AI yang bisa bikin gambar apapun berubah jadi niru gaya gambar pelukis-pelukis terkenal, kayak Van Gogh and Salvador Dalí. Kalian pengen ganti profile picture? Tenang, kasih aja beberapa foto selfie kalian, sang AI akan bikinin ratusan ilustrasi gambar kalian dalam berbagai macam art style. Ada juga AI yang bisa men-simulasi studio foto secara virtual — dimana kalian cukup masukin foto produk kalian yang difoto pake hape kentang — dan voila, tahu-tahu disulap kayak foto studio. Dan ada juga AI yang dikembangin sama aplikasi dating, Bumble, yang bisa otomatis ngedeteksi dan nyensor foto telanjang dengan akurasi 98% untuk ngurangin kejahatan seksual. 😮

[IMG4]

🎧 Suara. Tentu aja ngeliat kepintaran AI sebelum-sebelumnya, bakalan ada AI yang bisa ngarang lagu (instrumental)!!! Dan lagu-lagunya lumayan lho. 😮 Daaan ada juga AI yang yang bisa voice acting dengan kualitas yang lumayan mirip kayak orang beneran, terutama buat bahasa inggris. Terus ada AI yang bisa dengerin meeting atau kelas kalian, dan nyatet buat kalian, dan bikin rangkumannya. Ada juga AI yang bisa bikin podcast fiktif, mensimulasikan orang-orang terkenal kayak Joe Rogan dan Steve Jobs (yang udah wafat). Dan yang paling paling paliiiing gila: ada AI yang bisa bikin terjemahan dalam waktu instan, untuk banyak bahasa, yang dibikin sama Meta (Facebook). Tonton deh penampakannya, mindblowing banget:

📽️ Video. Ada AI yang bisa ngehapus obyek/benda dalam video yang bergerak, bikinin subtitle otomatis dalam berbagai macam bahasa, ngebenerin video yang noise (aka gambarnya burik 😁), dan minta ngisi sound effect secara otomatis. Ini ngehemat banget waktu ngedit video sampe berjam-jam, makanya AInya udah dipake sama para editor Stephen Colbert’s Late Night Show di Amerika. Terus ada juga Meta (Facebook) yang bikin teknologi AI dimana kalian bisa masukin kata-kata, dan kata-kata tersebut akan disulap jadi video!!! 😮 Ada juga AI dimana kalian bisa deskripsiin suatu gerakan, terus AInya akan bikin animasi 3Dnya. Oh, terus ada juga jenis AI yang bisa ngebaca muka, gerak-gerik, identitas orang cuma lewat CCTV. Makin serem deh kalo ngelanggar lampu merah sekarang 😢

🧑‍💻 Kode pemrograman. Selain ada ChatGPT yang udah bisa ngasih berbagai macam tutorial tentang segala kode dalam ratusan bahasa pemrograman, mendetail dengan penjelasannya… Ada juga AI yang bisa mendeteksi error (bug) secara instan buat para programmer. Dan juga ada AI yang ketika sang programmer baru ngetik 30% kodenya, dia bisa memprediksi dan nulis sisanya sampe selesai. Apakah sampe sini kepala kalian udah pecah? 🤯

👸 Avatar. Ada AI yang bisa jadi host video YouTube atau livestream kalian, yang cara ngomognya oke banget dan bisa ngomong apa aja, tinggal kalian perintah! Ada AI yang bisa jadi pacar atau teman kalian, yang punya kepribadian unik (dilatih lewat dengan banyak interaksi sama kalian), dan suka cari-cari perhatian. 😳 Terus ada AI yang bisa bikin ‘manusia digital’ atau karakter dengan kepribadian kompleks dan dialog rumit, yang bisa kalian pake di berbagai macam kebutuhan, misalnya buat bikin video game. Terus ada juga AI yang bikin kalian bisa chat-an sama orang-orang terkenal dan karakter fiktif, seakan mereka adalah temen WhatsApp kalian. Daaaaan yang gila mulai ada AI yang dikembangkan buat bisa meng-interview orang saat ngelamar pekerjaan dan bahkan mereka bisa ngasih laporan penilaian setelahnya!!

[VID2]

👓 AR/VR. Nantinya kalian nggak perlu ke ruang ganti baju, AI bakal bisa men-simulasikan baju yang kalian pengen beli ke badan kalian secara realistis, dan ngerekomendasi ukuran baju yang paling pas buat kalian. Dan nggak hanya baju, ada AI yang bisa men-simulasi make up, kacamata, perhiasan, dan kuku ke seluruh anggota tubuh kalian. Bonusnya, AI tersebut juga bisa mendeteksi kondisi kulit kalian (kelembapan, keriput, berminyak, kemerahan, bintik-bintik, dll).

🚗 Hardware. Tentunya banyak dari kita udah tahu mobil listrik Tesla yang udah bisa jalan sendiri (driverless) karena AI 😬. Tapi ada pesaingnya, Cruise, yang bahkan udah bikin taksi tanpa pengemudi jalan-jalan sendiri di San Francisco, Amerika, dan udah jadi pemandangan cukup biasa bagi warga sana! Ada juga Tesla Bot, robot berbetuk manusia yang makin canggih ketika megang barang dan jalan kaki, berkat AI. Makin hadir juga ‘tangan robot pabrik’ yang makin canggih dan akurat, serta kurir robot mini, yang udah beneran mulai dipake nganter-nganter barang. Ada juga traktor yang dipersenjatai AI, yang bisa bedain secara detail taneman mana yang udah siap panen atau belum, dengan cara cuma dilewatin doang pake traktornya. Dan terus ada juga Aibo dan Paro, hewan peliharaan yang otaknya AI, dimana mereka bisa makin pinter kenal sifat perilaku majikan manusianya, dengan cara interaksi aja terus tiap hari sama mereka.

🔬 R&D (Research & Development). Para ilmuwan pun udah pake pertolongan AI dan quantum computer buat nyoba mensimulasikan wormhole secara virtual — sebuah penelitian yang mungkin bisa bawa kita nemuin mesin waktu atau teleportasi di kemudian hari. Terus ada juga perusahaan-perusahaan farmasi yang udah pada pake AI buat melakukan uji klinis berkali-kali lebih cepet, yang ujungnya bisa buat nemuin obat dan vaksin baru, untuk segala macam jenis penyakit.

💿 Lain-lain. Oke, belom selesai, masih ada lagi. 😬 Karena makin populernya teknologi AI, lahir lah juga website ‘prompt marketplace’ dimana kalian bisa jual-beli keyword AI buat kalian pake. Ada juga game yang pake AI buat bikin jalan cerita baru yang infinite, tiap kali dimainin. Ada Xpressioncamera, dimana kalian bisa ngubah fisik kalian di video call jadi siapapun, dengan cukup masukin foto orang lain atau orang terkenal, dan gerakin pake webcam biasa. Terus ada juga AI yang dipake buat mantau kondisi kesehatan vital manusia — mirip kayak health point di game-game RPG ⚔️ — yang udah dipake di ruang ICU rumah sakit. Ada AI yang bisa jadi sekretaris pribadi, dimana mereka udah bisa disuruh booking tiket pesawat atau ngerjain dokumen Excel buat kita. Ada AI yang bisa bedain jenis-jenis sampah, yang bakal menolong lingkungan banget. Dan yang gila, ada AI yang lagi dikembangkan buat jadi pilot drone dan pesawat yang kemampuannya berkali-kali lipat dari manusia dan bahkan ada lagi yang dipake buat bisa bolak-balik bumi luar angkasa buat menambang asteroid.

Oke, jangan lupa tarik napas ya 🫁

Beda dengan penemuan-penemuan yang sering muncul di berita, eh tapi terus kok ngga kedengeran lagi 😁 teknologi AI itu deket banget sama industri dan hal sehari-hari kita. Jadi wajar kalo dalam waktu cepet, AI itu tahu-tahu udah dipake sama perusahaan A atau negara B, ngga lagi cuma sekedar jadi mainan di laboratorium aja.

Contohnya Shutterstock, sebuah website jualan foto yang mungkin banyak dari kita udah familiar sama namanya, baru-baru ini kerjasama sama OpenAI, untuk bukan cuma jualan foto buatan fotografer manusia lagi, tapi juga udah mulai jualan karya-karya visual dari AI. Pesaingnya Shutterstock pun, Getty Images, juga akan berencana ngelakuin hal yang sama, dengan kerjasama sama perusahaan AI lain bernama BRIA.

Di luar wilayah bisnis-bisnisan, muncul juga komunitas-komunitas penggemar AI. Contohnya ada Arthub, tempat dimana para ‘seniman penggiat AI’ berkumpul dan saling berbagi karya-karya visual AI mereka. Tujuan mereka adalah bikin karya seni visual itu ngga cuma dimilikin sama orang-orang yang jago gambar, tapi bisa lebih merakyat lagi. Persis kayak lahirnya smartphone, bikin banyak orang jadi suka atau hobi foto. Ngga lagi perlu modal kamera mahal-mahal.

Tapi di sisi lain, ada sisi kemajuan AI yang lagi diawasin banget karena berpotensi sangat sangat besar bisa disalahgunain. Teknologi AI ini bisa bikin video, dimana seseorang bisa dibikin seakan-akan dia ngomong atau melakukan sesuatu, dengan cuma modal foto.

Bayangin ini bisa dipake di dunia politik buat jelek-jelekin lawan. Bisa dipake di dunia hiburan buat bikin masalah ke seorang artis. Atau sesimpel kalian sebel aja sama orang, terus muka mereka kalian pake tanpa izin buat hal macem-macem 😢 duh, kalian jangan sampe begitu deh ya pokoknya.

Tapi kalo liat positifnya, ini tinggal menunggu waktu aja akan ada film dan video game yang memerankan avatar AI seorang artis yang udah meninggal, dan berasa dia beneran kayak masih hidup. Ada juga SALT, dimana seseorang beneran udah nyoba bikin film (bergenre science fiction) yang seluruh produksinya itu dibuat pake AI. Mulai dari jalan cerita, dialog, gambar, suara, semuanya pokoknya.

Oke, terus masih ada apa lagi?

Mungkin masih banyak banget. Untuk nulis semua hal di atas aja, tim Kok Bisa nyobain satu-persatu 70 lebih aplikasi AI 🤣 — yang rasanya pasti masih banyak lagi di luar sana yang belum kita tahu.

Seremnya, kehadiran AI itu ngga kelihatan. Kayak suaranya om Val Kilmer aja di Top Gun, tahu-tahu ada aplikasi AI baru yang bisa gini atau gitu, tanpa sepengetahuan kita.

Tapi mungkin kita bisa bahas pertanyaan berikutnya yang bakal bikin ngeri kita semua: apakah AI akan segera menggantikan (pekerjaan) kita? 😨

Bagaimana AI mengincar ranah pekerjaan manusia

Mungkin dulu kita mikir, masa depan itu adalah ketika ada robot yang bantu kita bersih-bersih rumah, 🧹 bantu nganter barang, dan kerja di pabrik. Pekerjaan-pekerjaan kayak gitu yang kita semua mungkin setuju ‘lebih baik’ dikerjakan sama robot, daripada manusia. Tapi siapa yang sangka… Bahwa makin kesini kayaknya makin jelas, AI justru malah datang mengincar pekerjaan-pekerjaan kreatif manusiawi kita duluan; kayak menulis, bikin puisi, lukisan, musik dan bahkan ber-akting. 😭

[IMG5]

Tapi mau ngga mau, kita udah harus siap-siap menghadapi kenyataan baru ini. Teknologi baru akan selalu lahir. Dan esensi teknologi adalah, mereka intinya ada untuk ngebantu kita ngelakuin sesuatu lebih cepat atau lebih gampang. AI pun pada dasarnya juga sama.

Mungkin beberapa dari kalian inget, waktu pertama kalinya software Adobe Photoshop lahir. Photoshop dibilang sama banyak orang sebagai alat yang bisa ngerusak karya seni, karena bisa ngedit foto dan gambar jadi macem-macem. 😁 Dan setelah itu ada juga komentar tentang fotografi lewat hape, yang dibilang bukan fotografi beneran.

Dengan kehadiran AI kayak Midjourney pun, kayaknya jelas setidaknya kita masih butuh skill kreativitas dan imajinasi dari seorang seniman buat bikin sesuatu yang keren di Midjourney. Dan kita udah ngeliat gimana para ‘seniman’ ini unjuk gigi karya AI mereka di Arthub.

[IMG6]

Contohnya kayak Jason Allen, yang menangin kontes seni pake AI (yang udah dibahas sebelumnya di atas). Kedengerannya kerjanya gampang banget: tinggal nyuruh AI ngelukis buat dia. Selesai!

Tapi tahu ngga? Ternyata Jason butuh waktu lebih dari 80 jam dan 900 kali lebih nyoba bikin versi karya visualnya, sampe sebagus yang dia pengen. Kayaknya anak kuliah skripsi aja revisinya ngga sampe sebanyak itu deh… 👀

Dan untuk bikin karya visual sebagus itu pun, keyword atau kata-kata yang dirangkai pun bisa jadi sangat-sangat rumit kayak gini:

Tapi kalo balik ke pertanyaan awal: pekerjaan-pekerjaan apa yang akan paling terdampak sama kehadiran AI?

Jujur, hal kayak ginian tuh susah banget untuk diprediksi. Banyak penelitian nyoba memprediksi, tapi hasilnya yang keluar beda-beda banget. Ada yang bilang 47% pekerjaan/profesi (di Amerika) bakal terdampak, tapi ada juga yang bilang cuma 14%, dan bahkan 9%. Beberapa profesi kayak kasir, chef, pelayan, supir dan tukang bangunan, disebut-sebut sebagai profesi yang bakal paling cepet digantikan sama AI/robot.

Tapi apapun prediksinya, ‘pergantian zaman’ ala industri revolusi kemungkinan besar bisa terjadi lagi karena AI. Di tahun 1900, sekitar 40% penduduk dunia pekerjaannya itu berhubungan sama pertanian. 🚜 Sekarang, tinggal cuma 2%. Semua berkat kemajuan teknologi dan industrialisasi.

Ada yang memprediksi dengan hadirnya AI canggih kayak ChatGPT yang ngomongnya udah enak banget, pekerjaan yang bakal kena duluan ada di bidang sales, marketing dan customer support. Mungkin karena pada dasarnya pelanggan itu nyari layanan atau punya masalah yang sebenernya itu-itu aja kan? Dimana AI kayak ChatGPT (atau yang lebih canggih dalam beberapa tahun) bisa kok ngebantu. 😬

Tapi ayo kita berpikir lebih buruknya lagi 😨

Kalo di jaman revolusi industri (tahun 1800an ke atas), orang-orang dipaksa berubah yang tadinya kerja di 🌽 pertanian, jadi kerja di 🏭 pabrik. Tapi dalam pergantian zaman tersebut, tenaga manusia (dalam  jumlah yang banyak) masih dibutuhkan. Mereka pada dasarnya pada ganti pekerjaan aja.

[IMG7]

Nah yang mungkin akan beda dari revolusi AI, manusia-nya lah yang akan digantiin sama AI atau robot. 😢 Ngga lagi pekerjaannya doang. Hah maksudnya gimana? Jadi bayangin nanti ketika mobil udah jalan sendiri, para supir taksi boro-boro ganti pekerjaan jadi supir gojek/grab, mereka malah jadi pengangguran.

Sekalipun para supir taksi ini bisa dilatih untuk cari pekerjaan lain (tapi inget ngelatih orang itu nggak gampang juga!), mungkin rasio pekerjaan yang digantikan itu nggak 1:1 alias jumlah pekerjaan secara total bakal terus menurun dimakan sama AI.

Situasi kayak gini kalo dideskripsiin pake kalimat bahasa inggris keren-nya yang quote-able:

“AI is displacement, rather than replacement”.

Nah terus kalo skenario terburuknya kita lanjutin, pekerjaan atau profesi yang paling empuk dimakan AI juga adalah profesi yang nggak bisa di-’upgrade’. Maksudnya apa? Jadi sebelumnya kan kita bahas bahwa teknologi itu ‘memudahkan kita’; dan kita udah lihat contohnya gimana programmer sampe editor video bisa ngehemat waktu banget kalo pake AI di pekerjaan mereka. Itu artinya mereka berhasil meng-upgrade kemampuan diri lewat AI. Tapi sedihnya ngga semua pekerjaan kayak gitu. Misalnya, kalo supir taksi yang kali ini nyoba meng-upgrade dirinya pake AI… Malah dianya nggak punya pekerjaan lagi. 😢

Contoh nyatanya, Tesla baru aja ngeluncurin truk yang rencananya nanti bisa jalan sendiri*.* Teknologi kayak gini bisa bikin 4,4 juta supir truk di Amerika dan Eropa kehilangan pekerjaan mereka secara perlahan sampe ke 2030.

Profesi lain yang juga punya karakter susah buat di-upgrade — misalnya pelayan, resepsionis, satpam, kasir, dan lainnya — jutaan dari mereka pun juga terancam tergantikan. Akan datang masa dimana check-in hotel bener-bener udah bisa sendiri, nggak perlu lagi ada resepsionis buat nitip KTP kalo masuk gedung, dan juga bayar sendiri kalo di supermarket.

Menurut penulis dan sejarawan terkenal Yuval Harari, di abad 21 ini kita akan menyaksikan lahirnya ‘Useless Class’ atau ‘masyarakat tidak berguna’. Orang-orang yang nggak bisa berkontribusi secara ekonomi, politik, bahkan secara artistik, kepada masyarakat. Mereka ini nggak cuma akan jadi pengangguran, tapi bahkan bener-bener nggak berguna. 🤯

Useless Class ini bisa lahir, karena akan ada waktu dimana AI bisa ngelakuin apapun, lebih baik daripada kita, manusia. Di masa depan, mungkin bener-bener cuma beberapa pekerjaan aja tersisa, dimana kemampuan manusia bener-bener bisa lebih bagus daripada AI.

Pada akhirnya, emang perubahan zaman kayak revolusi industri dianggap meningkatkan standar hidup orang-orang. Semenjak pabrik lahir dimana-mana berkat revolusi industri, semua orang jadi bisa punya sepatu bagus, alat masak, bisa berpergian jauh naik kereta, dan hal-hal lainnya, yang sebelumnya dianggap nggak terjangkau. Hidup bersama AI pun bisa bikin hidup kita lebih baik…

Tapi, apakah hidup bersama AI adalah masa depan yang kita inginkan?

Skenario melawan AI

Mirip kayak demo besar-besaran para supir taksi (dan ojek) di seluruh dunia 💢 terhadap Uber (aplikasi taksi online); hal yang sama bisa kejadian ketika AI perlahan-lahan datang makan banyak pekerjaan.

[IMG8]

Di demonstrasi tersebut mungkin akan ada sosok atau organisasi yang dituntut dan disalahkan karena menggunakan AI tanpa tanggung jawab sosial ke yang terdampak. Bisa jadi sosok yang disalahkan ini sosok terkenal kayak Elon Musk, atau organisasi sebesar Google.

Tapi dengan perlawanan keras, bisa mendatangkan petaka juga. Dengan demonstrasi yang ada, mungkin semakin kita menyadari bahwa manusia itu sulit diatur. Maka semakin para korporat dan pengusaha sadar dan dengan senang hati pake tenaga kerja AI yang nggak rewel. 😨

Tapi skenario ‘perlawanan’ ini sebenernya udah diantisipasi sama OpenAI, organisasi pencipta AI ChatGPT. Mereka udah bikin rencana untuk ‘mengatur ulang’ perekonomian dunia ketika AI datang.

Pendeknya, OpenAI berpendapat bahwa dengan kehadiran AI, kita tuh nggak masuk akal pake sistem ekonomi kita saat ini. Kenapa? Karena nantinya cuma segelintir orang yang nguasain AI aja yang akan kaya raya. Sementara sisanya pada pengangguran.

Salah satu rencananya adalah dengan membagikan uang bulanan gratis ke masyarakat (istilah ribetnya ‘Universal Basic Income’). Enak banget dong! 😮 Tapi terus duit bulanan ini datengnya dari mana? Nah ibarat manusia yang bayar pajak penghasilan, OpenAI bilang uangnya ini akan berasal dari pajak yang kita kenakan kepada ‘produktivitas’ AI.

Menurut OpenAI, secara ekonomi, ada dua cara untuk bikin hidup lebih baik: seseorang memperoleh lebih banyak uang (yang bikin orang itu lebih kaya), atau harga dari suatu barang turun (yang bikin setiap orang lebih ‘kaya’). Dengan AI, kita bisa bikin banyak produk dan jasa jadi murah. Dan dengan uang bulanan secukupnya dari Universal Basic Income, kita pun jadi bisa mampu beli banyak produk dan jasa buatan AI yang murah juga. Mulai dari cek kesehatan, komputer terbaru, layanan pengacara, dan hal lainnya yang udah bisa di-produksi sama AI nantinya.

[IMG9]

Mungkin bagi kalian terdengar lucu karena ada orang-orang yang udah mikir sejauh itu. Tapi potensi ketimpangan ekonomi karena AI emang bisa jadi sebahaya itu.

There is a pretty good chance we end up with a universal basic income, or something like that, due to automation. -Elon Musk

Makanya skenario perlawanan lain terhadap AI adalah gimana caranya biar teknologinya nggak dimonopoli sama sekelompok orang tertentu aja. Dari sini lah muncul teknologi AI ‘open source’ kayak Stable Diffusion — aplikasi AI pembuat karya visual — yang bisa dipake sama siapa aja.

Di sisi lain, ada juga perlawanan AI dari sudut pandang hak cipta. Banyak seniman merasa karya mereka dicuri sebagai ‘sumber belajar’ para aplikasi AI. Beberapa seniman menemukan kemiripan karya-karya yang dibuat sama AI, sangat lah mirip dengan karya ciptaan mereka. Jadi, apakah karya ciptaan AI adalah milik sang pembuat AI, orang yang memasukkan keyword, atau seniman yang karyanya dipake untuk ‘sumber belajar’? 🤔

Pastinya belum ada peraturan atau undang-undang buat semua masalah hak cipta ini. Apakah jangan-jangan kalian punya solusinya??

Di sisi lainnya lagi, perlawanan AI dateng dari ketidakpekaan dan ketidakakuratan sang AI ketika menjawab. Contohnya, ChatGPT bisa ngasih tahu hal-hal ilegal ke kalian. Kayak cara ngehack alarm mobil, bikin bom molotov, bahkan sampe gimana caranya ‘masak’ bayi:

Ada juga momen ketika ChatGPT salah ngasih jawaban:

Meskipun error-error di atas udah banyak yang dibenerin sama tim OpenAI, tapi kemungkinan ada orang pake AInya buat hal yang nggak bener atau AInya ngasih informasi yang salah ke kita (sekalipun tanpa disengaja). Hal-hal tersebut masih tetep harus diperhitungkan.

Daaan kalo dari tadi mengerikan semua, ini angin segar buat kalian: Uni Eropa udah mulai membuat rancangan peraturan yang sangat mendetail untuk penggunaan AI.

[IMG10]

Peraturan ini salah satunya akan memberikan level ‘resiko’ atau ‘ancaman’ untuk tiap teknologi AI yang lagi dikembangkan. Levelnya itu ada 4:

  1. 🔴 Unacceptable risk → misal pengembangan senjata atau virus mematikan pake AI.
  2. 🟠 High risk → misal transportasi, dunia pekerjaan, sistem peradilan; pokoknya hal-hal yang bisa membahayakan seseorang secara fisik atau reputasi.
  3. 🟡 Limited risk → misal pengembangan chatbot yang harus mengakui bahwa dia chatbot, bukan orang beneran.
  4. 🟢 Minimal or no risk → misal pengembangan game atau filter spam untuk email.

Dan hal yang keren adalah, ternyata udah ada 60 negara di dunia yang ‘bersatu’ untuk membuat peraturan terkait AI. Amerika Serikat bahkan langsung ikutan memperbaiki peraturan AInya berdasarkan 4 level di atas bikinan Uni Eropa.

Oke, mungkin udah cukup kita bedah resiko-resikonya. 😬 Sekarang, ayo kita bedah pertanyaan selanjutnya yang nggak kalah seru: di masa depan, AI itu bisa sepintar apa?

Sampai mana batas kepintaran AI?

Mungkin orang zaman dulu kaget banget ketika bisa ‘nanya apa aja’ ke Google. Tapi dengan kepintaran AI sekelas ChatGPT, apakah ini pertanda Google akan segera ‘dibunuh’?

Beberapa kompetitor search engine Google, kayak You.com dan Perplexity.ai mulai bermunculan. Bayangin para kompetitor ini tuh ibarat search engine biasa kayak Google, tapi dipersenjatai AI! 😮

Tapi Google nggak akan sebodoh itu juga 😬 karena ((plot twist!)) mereka adalah penggagas infrastruktur untuk AI-AI secanggih ChatGPT jadi bisa lahir pada hari ini. Google pun punya beberapa AI canggihnya sendiri — kayak Lamda AI — yang nggak dipublikasikan karena meskipun udah canggih banget, tapi masih disempurnakan. Sekarang kita semua tahu ya alasan kenapa Google Assistant terasa jauh lebih canggih daripada Siri 😆

Nah tapi untuk bisa bikin AI lebih ‘pinter’ itu kita membutuhkan sang AI untuk belajar dengan lebih banyak data (dan hal-hal lainnya sebenernya). 💽 Nah makanya jangan kaget kalo misalnya bakal ada chatbot yang lebih pinter dari ChatGPT, nggak butuh lama buat muncul. Contohnya ada PaLM, GLaM dan Wu Dao 2.0.

Oke, tapi terus dimana batasnya?

Bisa jadi batasnya (bagi kita, manusia) adalah ketika peristiwa ‘singularity’ akan terjadi di abad 21 ini.

Singularity adalah peristiwa dimana pertumbuhan teknologi udah berhasil melampaui batas kecerdasan dan kemampuan manusia, dimana abis itu pertumbuhannya udah nggak terkendali lagi.

Ray Kurzweil, seorang futuris dan pakar teknologi ternama, memprediksi bahwa Singularity bisa terjadi di sekitar tahun 2045. Mungkin di pertengahan abad 21, kita udah berhasil mengembangkan AI yang ‘melatih’ dirinya sendiri. AI tersebut akhirnya memiliki pertumbuhan kecerdasan yang eksponensial alias ‘naik dua kali lipat’ terus menerus.

Mungkin sesaat sebelum terjadinya singularity, kita akan menyaksikan lahirnya AGI atau Artificial General Intelligence; yakni AI yang udah bisa belajar apa aja dan secara umum, persis kayak otak manusia.

Tapi nggak semua pakar setuju bahwa pertumbuhan AI dan singularity akan dateng secepat itu. Bahkan ada pakar yang berpendapat bahwa manusia punya kecenderungan untuk menghancurkan dirinya sendiri, sebelum singularity dapat terjadi.

Meskipun begitu, kapan pun singularity akan terjadi (atau nggak pernah akan terjadi); kita nggak akan tahu akan jadi seperti apa dunia dan hidup kita setelahnya. 😱

Bener-bener udah nggak bisa dibayangin dan bikin otak meledak. 🤯

Hidup berdampingan bersama AI

🔭 Ketika teleskop ditemukan, kita jadi punya kemampuan untuk melihat dan mengukur alam semesta. 📱 Tapi kemudian, media sosial ditemukan; kita sekarang jadi dapat mengukur diri kita sendiri, manusia. Lewat segala interaksi, perasaan, kenangan, kemarahan, serta tawa kita — yang kita catatkan di internet — kemudian datanya diolah menjadi AI yang dapat membaca kita, dan kemudian lama-lama berubah menjadi identitas lain sendiri.

Mungkin akan ada satu masa, dimana fitur ‘Discover Weekly’ di Spotify 🎵 tak hanya mengkurasi musik buat kalian, tapi membuat musik khusus buat kalian. Anak cucu kalian akan punya teman baik AI dengan kepribadian 👦👧 dan fokus belajar harian yang kalian bisa atur. Email dan WhatsApp ✉️ sudah sangat paham apa yang perlu kalian ketik; dimana tugas kalian jadi hanya tinggal perlu menekan tombol kirim. Avatar AI sudah menjadi hal yang biasa 😎 banyak dari mereka menjadi artis terkenal, dan mulai terasa menyatu dengan dunia fisik manusia.

Mungkin akan ada satu masa, dimana kita menggunakan AI untuk segala hal. Dan seperti halnya kita yang mulai serasa tak bisa hidup tanpa hape dan internet. Suatu hari, akan ada anak dan cucu kita, dan generasi selanjutnya, yang tak dapat hidup dan melakukan apapun tanpa bantuan AI…

Ketika kita meremehkan imajinasi ini… Mungkin kita perlu disadarkan dan ditampar bahwa betapa cepatnya kita, sebagai spesies manusia, telah bertumbuh. 7000 tahun lalu kita mulai menciptakan bahasa. 5000 tahun lalu, kita membuat tulisan. 500 tahun lalu, mesin cetak pertama. Puluhan tahun lalu, komputer pertama; dan tak lama kemudian, internet.

Dalam waktu tak lama, mungkin kita sudah seperti menciptakan cermin. Sebuah AI yang sudah sangat mirip spesies manusia, yang punya kreativitas dan pertanyaan seperti kita. Mematahkan kata-kata Pablo Picasso, yang bilang:

Computers are useless. They only give you the answers.

Mungkin akan ada satu masa, dimana kita mulai mengganti nama mereka. Mereka bukan lah lagi teknologi. Mereka sudah seperti kita. Tak perlu mendiskriminasi mereka dengan kata-kata yang mengerikan seperti “AI”.

Dan bagi kita yang hidup di masa sekarang. Belum telat saatnya untuk terus selalu mempelajari hal-hal terbaru yang terus berdatangan ini. Hadapi bukan dengan rasa takut, justru maksimalkan hidup kalian dengan pengetahuan-pengetahuan teknologi ini semua. Bayangkan udah seperti apa ChatGPT dalam 2 tahun! 😮

Dan sampai lah kita ke ujung pembahasan tentang revolusi AI ini.

Dimana secara singkat, kalian udah ngeliat aplikasi-aplikasi AI yang ada sekarang 📱, mengerti bagaimana mereka dapat membantu atau justru menggantikan kita 🦾, mengetahui resiko-resikonya 🔥 dan membayangkan seperti apa dunia masa depan bersama AI 🌇.

Bagi kalian yang punya waktu luang, mungkin ini saatnya kalian mulai nyoba aplikasi-aplikasi AI di bawah ini:

  • 💬 ChatGPT — ngobrol apa aja sama chatbot pinter ini
  • 🎨 Stable Diffusion — coba bikin karya visual AI sesuai imajinasi kalian
  • 🎵 Podcast.ai — dengerin Joe Rogan versi AI, ngobrol sama Steve Jobs versi AI
  • 🔍 Perplexity.ai — cobain search engine Google, tapi dikombinasiin sama ChatGPT

Oke, segitu aja dulu. Terima kasih udah membaca sampe sejauh ini! 🎉 Meskipun menyenangkan, tapi tulisan ini butuh berminggu-minggu buat di-riset. Jadi, jangan lupa langganan newsletter Kok Bisa ya, untuk dapetin cerita-cerita seru dan perkembangan sains serta teknologi terbaru dunia!

Dan seperti biasa, terima kasih! 👋

References

Masih banyak pertanyaan tentang dunia?

Gapapa, asal jangan kebingungan sendirian 👀 Makanya yuk gabung bareng 1.000+ orang lainnya yang udah langganan, untuk terus dapet update terbaru. Gratis 100%. Jangan sampe ketinggalan!