Beberapa tahun lalu, di tahun 2013, sekelompok peneliti lagi ada di sekitar wilayah Clarion Clipperton Zone. Mereka lagi neliti aliran oksigen jauhhh di bawah laut sana; di kedalaman sampai 4 kilometer!
Mereka nganggep, harusnya kandungan oksigen di sana rendah banget — soalnya gak ada plankton yang berfotosintesis dan ngehasilin oksigen. Tapi nyatanya, kandungan oksigen malah… tinggi. Karena gak percaya, mereka ngulangin lagi pengukurannya. Gak cuma sekali, tapi sampe lima kali! Tapi hasilnya... ternyata tetep sama.
Saking gak masuk akalnya, mereka mengabaikan penemuan ini. Mereka nganggep kalo ada kesalahan di alat ukur.
Delapan tahun kemudian...
Tahun 2021, sebuah perusahaan tambang bawah laut minta mereka buat ngesurvei tempat yang sama.
Lagi-lagi mereka nemu adanya peningkatan oksigen di sampel air. Padahal, mereka ngukur kandungan oksigen dengan teknik yang berbeda. Para peneliti ini pun mulai yakin kalau, mungkin emang, nggak ada salah ukur.
Jadi, dari mana sebenarnya oksigen ini berasal?
Dugaan pertama: dari bakteri dasar laut.
Para peneliti tadi nyoba ngilangin semua organisme dari sampel air laut buat ngecek. Ternyata, kandungan oksigennya tetep tinggi.
Dugaan kedua, yang sebenernya masih diraguin saat itu: semacam gumpalan logam mirip batu yang disebut gumpalan polimetalik.
Ya, laut tempat penelitiannya dilakuin emang terkenal dipenuhin gumpalan tersebut. Setelah dicek, hasilnya bikin kaget para peneliti. Karena dugaan mereka ternyata benar.
Gumpalan logam itulah yang ngehasilin oksigen!
Tapiii, gimana mungkin oksigen bisa dihasilin sama gumpalan ini?
Oke, selama ini kita semua percaya kalau oksigen tuh susah buat bisa dihasilin sama sesuatu yang bukan mahluk hidup. Padahal sebenernya, di sekitar kita ada molekul oksigen! Misalnya di air. Ya, ada huruf O di dalam H₂O.
Tapi masalahnya, buat misahin oksigen dari molekul air, kita butuh listrik. Ibarat gunting, listrik bisa misahin antara ion hidrogen dan oksigen di air. Proses ini nama ribetnya: elektrolisis.
Nah, listrik itu susah buat bisa tercipta gitu aja di alam...
Atau jangan-jangan… bisa? Penelitian tadi, yang hasilnya baru diterbitin baru-baru ini, nunjukin kalo gumpalan logam tadi bisa ngehasilin listrik secara alami. Daaan, kumpulan gumpalan yang saling nempel bisa bikin makin banyak listrik — cukup buat misahin oksigen dari air!~
Tapi terus, ada lagi pertanyaan yang tersisa...
Dari mana gumpalan logam itu berasal?
Nah, gumpalan logam ini terbentuk dari logam-logam di laut yang mengendap ke sisa-sisa cangkang, tulang, atau gigi hewan. Proses terbentuknya superlama! Makanya, ini jadi salah satu harta kita yang paling berharga~
Tapi mereka juga punya kandungan lain. Termasuk, bahan baku baterai. Makanya, gumpalan logam sumber oksigen ini juga banyak diincer sama para perusahaan tambang bawah laut.
Gilanya, perusahaan yang ngebiayain riset para peneliti tadi bahkan nuding penemuan mereka gak jujur, dan minta penelitiannya ditarik kembali…
Sekarang, ratusan ilmuwan dari berbagai negara udah nandatanganin petisi buat ngehentiin sementara penambangan laut dalam.
Salah satunya bilang kalo ini tuh gak bijaksana, apalagi sekarang kita tahu kalo ada sumber penting penghasil oksigen yang bisa jadi rusak karenanya.
Jadiii, ya, dasar laut emang masih nyimpen banyak misteri.
Dengan penemuan ini, kita baru aja nguak satu lagi rahasia besar yang ngubah cara kita ngeliat dunia. Mungkinkah di masa depan, kalianlah yang bakal ngungkap rahasia-rahasia besar lain?
